Senin, 27/05/2019 22:09 WIB
Ramallah, Jurnas.com - Kementerian Luar Negeri Palestina menyambut baik penolakan Republik Ceko untuk memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Pada sebuah pernyataan yang diliris pada Senin (27/5), Palestina memuji komitmen Republik Ceko terhadap resolusi internasional.
Sebelumnya, Sabtu (25/5), Perdana Menteri Ceko Andrej Babis menegaskan kembali sikapnya menolak memindahkan kedutaan negaranya di Israel, dengan alasan bahwa langkah itu akan bertentangan dengan sikap Uni Eropa dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Tahun lalu, Presiden Ceko Milos Zeman menjanjikan relokasi kedutaan ke Yerusalem dalam pidatonya di hadapan Knesset (parlemen Israel, Red).
Iran Ancam Tutup Laut Merah jika AS Teruskan Blokade Pelabuhan
Sri Lanka Pulangkan Ratusan Awak Kapal Perang Iran
Iran Gunakan Satelit Mata-Mata China Intai Pangkalan Militer AS
Israel berusaha meyakinkan negara-negara dunia untuk memindahkan kedutaan mereka dari Tel Aviv ke Yerusalem. Sejauh ini, Amerika Serikat (AS) dan Guatemala sudah secara resmi memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem.
Yerusalem masih menjadi jantung dari konflik abadi Timur Tengah, di mana warga Palestina berharap Yerusalem Timur - yang diduduki oleh Israel sejak 1967 - pada akhirnya dapat berfungsi sebagai ibu kota negara Palestina yang merdeka. (Anadolu)