Senin, 27/05/2019 12:11 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta para Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Kementeri Pertanian (Kementan) menjadi contoh para petani.
"Kami punya UPT sebanyak 160. Kami ingin UPT ini menjadi teladan di daerah masing-masing," ujar Amran pada Rapat Koordinasi UPT Kementan di Jakarta, Senin (27/5).
Putra kelahiran Bone, Sulawesi Selatan itu berharap seluruh UPT menjadi agen perubahan yang memberikan manfaat dan nilai tambah kepada sekitarnya.
Selama ini, kata Amran, UPT sebanyak 160 itu belum berjalan secara maksimal. Karena itu, Bapak Jagung itu meminta UPT agar memanfaatkan dan mengoptimalkan lahan yang ada di sekitarnya.
Sahroni Desak Polisi Telusuri Pupuk Palsu yang Rugikan Petani Rp3,3T
Komisi IV: Kementan Harus Gandeng Polisi Tindak Tegas Mafia Beras
Kemenhaj Gandeng Bulog dan Kementan Ekspor Beras untuk Konsumsi Jemaah Haji
"Dulu di Kalimantan Selatan, ada model tanam zig-zag untuk jagung, produksinya 20,4 ton, setelah aku sidak, jagungnya sudah jatuh belum di panen. Ini sebelumnya lahan tidur," ungkap Amran.
Amran juga mengatakan akan melakukan penyisiran UPT dan tidak akan segan-segan mencopot jika ada yang ke ketahuan tidak melaksanakan tugasnya dengan baik.
"Pasti kami copot, nggak ada tawar-menawar. Jadi, nanti kami evaluasi mungkin 20 tertinggi, 20 terbaik dan 20 berjelek. 20 terjelek kami evaluasi dan diberi sanksi," tegas Amran.
Amran berharap seluruh UPT menunjukkan contoh dan mengeduksi masyarakat agar produksi semakin meningkat.
"Kami punya Belgian Blue, sapi dengan berat dua ton per ekor, sapi lokal hanya 400 gram. Nah ini kami harap ditunjukkan ke seluruh UPT, sehingga masyarakat melihat dan mencontoh," tegas Amran.