Rakyat Diminta Awasi Seleksi Calon Pimpinan KPK
Selasa, 21/05/2019 01:26 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta agar seluruh masyarakat turut serta mengawasi kinerja Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan KPK jilid ke V untuk periode 2019-2023.
Ketua KPK
Agus Rahardjo mengatakan, peran serta masyarakat dalam mengawasi kinerja
Pansel Capim KPK sangat diperlukan. Hal itu sebagai upaya transparansi dan upaya menghasilkan pimpinan KPK yang kredibel.
"Kalau menurut saya, diawasi saja. Kita, rakyat Indonesia, termasuk KPK mengawasi," kata Agus, di Gedung KPK, Jakarta, Senin (20/5).
Kata Agus, seluruh tahapan seleksi harus dibuka seterang-terangnya ke publik. Sehingga, masyarakat dapat mengetahui kualitas dari para pendaftar seleksi Capim KPK.
"Kalau setiap tahap itu jelas, transparan dibuka ke masyarakat tes ini diikuti berapa, kriterianya apa. Itu kan baik. Sampai fit and proper terbuka kan. Jadi kita awasi. Kita bisa lihat mana yang kualitasnya bagus, mana yang tidak," kata Agus.
Pansel Capim KPK ini terdiri dari Ketua merangkap anggota, Dr. Yenti Ganarsih, S.H., M.H; Wakil ketua merangkap anggota, Prof. Dr. Indriyanto Senoadji, S.H., M.H dan tujuh Anggota lainnya, yakni Prof. Dr. Harkristuti Harkrisnowo; Prof. Dr. Marcus Priyo Gunarto, S.H., M.Hum; Prof. Dr. Hamdi Moeloek; Dr. Diani Sadia Wati, S.H., LL.M; Dr. Mualimin Abdi, S.H., M.H; Hendardi, S.H dan Al Araf, S.H., M.T.
Diketahui, salah satu nama
Pansel yang dinilai bermasalah, yakni Dirjen HAM Kemkumham, Mualim Abdi. Saat mencalonkan diri sebagai Dirjen Peraturan Perundang-undangan pada 2014 lalu, Mualim diketahui melakukan plagiasi dalam penulisan makalah.
Tak hanya itu, Mualim juga tidak mencantumkan polis asuransi senilai Rp 2,5 miliar dalam catatan laporan LHKPN-nya. Nama Mualim kembali memicu kontroversi pada 2016. Saat itu, Mualim menggugat sebuah laundry senilai ratusan juta rupiah lantaran jas nya tidak licin.
TERKINI
Siap-Siap, OpenAI Bakal Rombak ChatGPT Jadi Superapp
Drone Rusia Hantam Fasilitas Penyimpanan Nuklir Chernobyl
Separatis Boko Haram Bebaskan Ratusan Korban Penculikan Nigeria
Akibat Hobi Perang, Ekonomi Israel Terus Tertekan