Ekspor Minyak Iran Masih Beroperasi seperti Sediakala

Senin, 20/05/2019 05:40 WIB

Teheran, Jurnas.com - Wakil direktur Organisasi Pelabuhan dan Maritim Iran (PMO) mengatakan muatan minyak mentah dan ekspor dari pelabuhan negara itu belum dihentikan dan ekspor masih berjalan seperti sebelumnya.

"Mungkin tujuan kargo minyak dari pelabuhan kami telah berubah tetapi ekspor legal sedang berlangsung," kata Hadi Haqshenas seperti dilaporkan ILNA Sabtu (18/5).

Pejabat itu mencatat bahwa kementerian perminyakan Iran menerapkan taktik baru dan negara tujuan baru dalam mengekspor minyaknya setelah pemulihan sanksi AS, tanpa memberikan rincian taktik atau negara tujuan baru tersebut.

"Tentu saja, tidak dapat dipungkiri bahwa pemuatan minyak dan Produk lainnya merosot dibandingkan dengan masa lalu, tetapi pengiriman kargo minyak dari luar pelabuhan jelas tidak berhenti," tambahnya.

Industri minyak Iran di bawah tekanan dari upaya AS untuk mengisolasi negara itu dengan menerapkan kembali sanksi. Putaran baru sanksi yang menargetkan sektor minyak Iran diberlakukan pada 4 November 2018.

Pada akhir April, pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengumumkan, Washington telah memutuskan tidak memperpanjang keringanan importir besar Iran untuk terus membeli minyak dari Iran, pada 2 Mei.

Awal bulan ini, Wakil Menteri Perminyakan Iran, Amir-Hossein Zamaninia mengatakan Iran memobilisasi semua sumber dayanya untuk menjual minyaknya di pasar abu-abu, melawan sanksi AS yang tidak adil dan tidak sah.

“Ini bukan penyelundupan. Ini melawan sanksi yang tidak kami lihat adil atau sah," kata Zamaninia dalam konferensi yang diadakan di Universitas Islam Azad di Teheran.

TERKINI
Rusia Sebut AS Siap Negosiasikan Penyelesaian Konflik Ukraina UNICEF Catat 59 Anak Tewas di Lebanon Sepekan Terakhir Sejarah Haji dan Kisah Siti Hajar di Tanah Suci Menteri Pigai Usul Bentuk Dinas Gizi Daerah untuk Awasi Program MBG