Minggu, 19/05/2019 19:30 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, negaranya berusaha untuk memperoleh sistem pertahanan rudal S-500 Rusia, versi yang lebih maju dari S-400, membuat perselisihan dengan Amerika Serikat meningkat.
Erdogan menekankan, pembelian sistem S-400 Rusia oleh Rusia adalah kesepakatan yang dilakukan dan bahwa Ankara sama sekali tidak mundur pada masalah S-400 di bawah Ancaman AS.
“Kesepakatan S-400 selesai. Di bawah kontrak, pengiriman akan dimulai pada bulan Juli atau, mungkin, bahkan lebih awal. Rusia telah menawarkan kepada kami kondisi yang sangat baik. Setelah itu, kita akan berbicara tentang S-500, termasuk produksi bersama dari sistem ini, serta S-400,” katanya.
Turki telah menandatangani kesepakatan 2,5 miliar dolar dengan Rusia untuk pembelian sistem S-400. Kontrak itu sangat ditentang oleh AS, yang telah mengikat implementasi kontraknya sendiri dengan Turki untuk penjualan 30 jet tempur siluman F-35 Amerika hingga pembatalan kesepakatan dengan Rusia.
Arahan Prabowo, Wamenhaj Salurkan Daging Dam Jemaah RI ke Palestina
Kementrans Dorong Peningkatan Kualitas SDM Kawasan Transmigrasi di NTT
Dolar Tembus Rp18.000, Kaum Menengah ke Bawah Siap-Siap Hadapi Ini!
Washington juga telah memperingatkan Ankara bahwa mereka bisa kehilangan keanggotaan NATO-nya.
Bulan lalu, Pentagon menghentikan pengiriman peralatan yang terkait dengan F-35 ke Turki.
Keyword : Rudal RusiaTurki