Kamis, 02/05/2019 08:50 WIB
Sana`a, Jurnas.com - Koalisi militer pimpinan Arab Saudi di Yaman menggerebek sebuah pangkalan udara yang bersebelahan dengan bandara Sana`a pada Rabu (1/5) malam.
Penggerebekan itu menargetkan lokasi perawatan drone, sistem komunikasi, dan lokasi para pakar dan operator drone, media Saudi SPA mengutip juru bicara koalisi Kolonel Turki al-Maliki.
"Teroris, milisi Houthi yang didukung Iran telah mengubah bandara Sanaa menjadi barak militer dan tempat untuk meluncurkan drone untuk melakukan serangan teroris yang mengancam keamanan regional dan internasional," kata al-Maliki.
Al Maliki menambahkan bahwa target itu sah, dan operasi itu konsisten dengan hukum humaniter internasional.
Wajib Menang! Spanyol dalam Tekanan Jelang Hadapi Arab Saudi
Saudi Minta DK PBB Segera Setop Penjajahan Israel di Palestina
Timnas Uruguay Frustrasi Ditahan Imbang Arab Saudi
Sebelumnya, TV Al-Masirah yang dikontrol Houthi mengatakan, 13 serangan udara menargetkan Pangkalan Udara al-Dulaimi di Sana`a.
Seorang penduduk ibukota mengatakan kepada Reuters ledakan kekerasan mengguncang utara kota tempat bandara Sanaa dan pangkalan militer berada.
Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan sekutu Muslim Sunni telah berperang sejak Maret 2015 melawan Houthi, yang mendorong pemerintah yang diakui secara internasional negara itu ke pengasingan pada 2014.
Orang-orang Houthi mengendalikan sebagian besar Yaman utara, termasuk ibu kota Sanaa.
Perang telah menghancurkan infrastruktur negara dan mendorong sebagian besar penduduknya ke jurang kelaparan.
Keyword : Arab SaudiBandara YamanKelompok Houthi