Partai Erdogan Dikritik Mantan Perdana Menteri Turki

Senin, 22/04/2019 19:13 WIB

Ankara, Jurnas.com – Mantan Perdana Menteri Turki dan sekutu dekat Recep Tayyip Erdogan, Ahmed Davutoglu, mengkritik partai penguasa, Partai Ruling AK, pada Senin (22/4) terkait perubahan kebijakan dan aliansi kaum nasionalis berdampak pada kinerja buruk dalam pemilihan lokal bulan lalu.

Dalam komentar pertamanya sejak turun dari kursi perdana menteri tiga tahun lalu, Davutoglu yang juga anggota Partai AKP mengecam kebijakan ekonomi partai, pembatasan media, dan kerusakan yang berkaitan dengan pemisahan kekuasaan dan institusi.

“Hasil pemilu menunjukkan bahwa politik aliansi memiliki alasan untuk partai kami, baik dalam tingkat pemilih dan identitas partai,” ujar PM Turki periode 2014-2016 tersebut. AKP sendiri kehilangan suara di Ankara dan Istanbul pada pemilihan 31 Maret lalu.

AKP dan Partai Gerakan Nasionalis (MHP) membentuk aliansi sebelum pemilihan presiden dan parlemen Juni tahun lalu, di mana Erdogan memenangkan kepresidenan eksekutif tetapi tingkat dukungan partainya menurun.

Tidak ada tanda-tanda reaksi lira terhadap pernyataan Davutoglu. Mata uang melemah pada awal perdagangan dan berdiri di 5,8334 melawan dolar, dari penutupan 5,8170 pada hari Jumat.

“Saya memanggil para eksekutif dan badan-badan terkait dengan bijaksana dan dengan kepala dingin,” tegas dia dikutip dari Reuters.

TERKINI
Iran Kecam IAEA, Anggap Laporan Nuklir Alat Tekanan Politik Penipuan Tiket Konser BTS Singapura, Korban Rugi hingga Ratusan Juta Guru Akui TPG Bantu Tingkatkan Mutu Pembelajaran di Kelas Vox Point Indonesia: Banyak Ortu Bangga Anak 2 Tahun Bisa Calistung