Senin, 22/04/2019 08:34 WIB
Tehran, Jurnas.com - Wakil Presiden untuk Urusan Ekonomi Mohammad Nahavandian mengatakan, Iran berencana merancang mekanisme yang mirip dengan Instrumen Eropa dalam Mendukung Pertukaran Perdagangan (INSTEX) untuk transaksi keuangan dengan Irak, Suriah, Turki dan China.
Dalam wawancara dengan ILNA yang diterbitkan pada Minggu (21/4), Nahavandia juga mengatakan langkah-langkah telah diambil sejalan dengan penerapan INSTEX dengan orang Eropa.
Pada 31 Januari, Prancis, Jerman dan Inggris mengumumkan pembuatan INSTEX, mekanisme khusus yang bertujuan memfasilitasi perdagangan yang sah antara operator ekonomi Eropa dan Iran.
Mekanisme itu diadopsi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara sepihak menarik Washington dari kesepakatan nuklir 2015 pada Mei 2018 dan memerintahkan penerapan kembali sanksi terhadap Iran.
Iran Kutuk Serangan AS yang Hampir Kenai RS Kanker Anak
India Larang Warganya Bekerja di Kapal yang Melalui Selat Hormuz
AS Sebut Israel Getol Ingin Gagalkan Perdamaian dengan Iran
Sanksi jilid pertama mulai berlaku pada 6 Agustus dan putaran kedua, yang menargetkan ekspor minyak dan bank Iran, dibatalkan pada 4 November.
Keyword : Sanksi Amerika SerikatIranUni Eropa