Inflasi Meroket, Harga Sebungkus Roti di Zimbabwe Rp48 Ribu

Minggu, 21/04/2019 13:01 WIB

Harare, Jurnas.com – Harga roti di Zimbabwe meroket menandai buruknya inflasi di bawah kepemimpinan Robert Mugabe, yang menghantui penggantinya Emmerson Mnangagwa.

Dikutip dari AFP pada Minggu (21/4), harga roti naik dari US$1,80 menjadi US$3,50 atau Rp48.400. Sedangkan harga mentega naik dua kali lipat dari US$8,50 menjadi US$17 atau Rp235.000.

Mnangagwa berjanji untuk menghidupkan kembali ekonomi negaranya yang hampir mati, usai Mugabe digulingkan pada 2017 setelah 37 tahun berkuasa.

Tetapi setelah bank sentral meluncurkan kebijakan moneter baru pada bulan Februari, memperkenalkan mata uang lokal baru, harga barang dan jasa meroket pada tingkat yang tidak terlihat dalam satu dekade.

Perbedaan antara nilai tukar pasar resmi dan paralel telah melebar dengan cepat, memicu kenaikan harga hingga 300 persen.

Ketua Kongres Serikat Buruh Zimbabwe Japhet Moyo mengatakan, seorang pria yang melihat harga obat untuk penyakit kronisnya meningkat sangat banyak dalam dua bulan, sehingga sekarang hampir seluruh gajinya digunakan untuk membayar obat.

Pada bulan Februari, pria itu membeli persediaan obat selama sebulan dengan harga US$95. Bulan ini dia membayar US$300. Gaji bulanannya adalah US$320.

"Saya bertanya kepadanya bagaimana dia bisa memenuhi sisa pengeluaran bulanannya dan dia menangis," kata Moyo kepada AFP.

Moyo marah pada pemerintah karena "memasang wajah berani dan memberi kesan bahwa ekonomi sedang mengalami rebound tetapi di lapangan segalanya berjalan berlawanan arah".

TERKINI
Terus Digempur, Beberapa Warga Gaza Terluka Akibat Serangan Drone Israel Stok Obat Habis, Sektor Kesehatan Palestina Berada di Ambang Kehancuran Mentrans Ajak Dubes Tiongkok Tinjau Sentra Kelapa di Halmahera Utara Tahun Ini, Alfamidi Bakal Bagikan Dividen Rp396 Miliar