Minggu, 14/04/2019 22:37 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri meminta agar perguruan tinggi di seluruh Indonesia terus meningkatkan relevansi dengan dunia industri. Hal ini dimaksudkan agar lulusannya cepat terserap pasar kerja.
"Sekarang dunia bergerak cepat. Perkembanfan teknologu menghadirkan berbagai jenis pekerjaan baru. Oleh karenanya, kurikulum yang diajarkan di kampus harus sesuai dengan perubahan jaman dan kebutuhan industri," kata Menaker
Untuk menjawab tantangan pasar kerja yang dinamis, perguruan tinggi jangan hanya mengajarkan mahasiswa dengan keterampilan lama.
Aturan Baru FIFA Gagalkan Turki Lolos Babak Gugur Piala Dunia
Trump Tolak Mentah-mentah Ajakan `Balikan` dari Pemimpin Negara Ini
Enzo Fernandez Dilirik Madrid, Chelsea Incar Florian Wirtz
Sebaliknya, jurusan dan kejuruan yang dimiliki perguruan tinggi harus relevan dengan dunia kerja, baik dari unsur dosen, kurikulum, laboratorium dan semua peralatannya.
Menteri Hanif juga menambahkan, saat ini sekitar dua juta angkatan kerja baru Indonesia mengalami miss match dengan pasar kerja. Hal ini karena kurangnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja.
Ia meminta kepada bekerja keras meningkatkan kompetensi diri, keterampilan kerja dan inovasi. Dengan kompetensi di atas standar, maka akan memenagkan persaingan.
Keyword : Kinerja Menteri Tenaga Kerja