Kamis, 11/04/2019 16:09 WIB
Seoul, Jurnas.com – Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un akan memberikan `pukulan` kepada negara-negara yang menjatuhkan sanksi, dengan cara memastikan ekonominya lebih mandiri.
Pernyataan yang dikutip dari Korea Central News Agency (KCNA) ini merupakan kali pertama sejak KTT Amerika Serikat-Korut di Hanoi, Vietnam, yang berujung gagal. Tak lama setelah KTT, Washington diketahui menjatuhkan sanksi baru untuk Korut.
“Korut akan menciptakan perekonomian yang mandiri, untuk memberi pukulan keras kepada musuh yang salah perhitungan bahwa sanksi dapat membawa (Korea Utara) berlutut,” tegas Kim pada Kamis (11/4).
Kim terus menyoroti perkembangan ekonominya dalam beberapa pekan terakhir, meskipun kurangnya bantuan dari dunia internasional akibat sanksi.
Korut Tembakkan Rudal Balistik, Ketegangan Regional Meningkat
IAEA: Korea Utara Capai Kemajuan Signifikan dalam Produksi Senjata Nuklir
Uji Coba Rudal Jelajah, Kim Jong Un Saksikan dari Kapal Perusak
Media pemerintah telah melaporan kunjungan Kim ke setidaknya empat proyek ekonomi dalam lima hari dalam sepekan terakhir, termasuk pusat perbelanjaan yang direnovasi, resor wisata, dan pusat ekonomi di dekat perbatasan dengan China.
Pada sesi pleno yang sama tahun lalu, Kim secara resmi mengumumkan "garis strategis baru" yang berfokus pada kemajuan ekonomi dan meningkatkan kehidupan warga Korea Utara.
Sebelumnya, Presiden Korea Selatan Moon Jae In menyebut sanksi Korut dapat dikurangi untuk memungkinkan keterlibatan ekonomi antar-Korea, dengan imbalan beberapa konsesi nuklir oleh Korea Utara. Usulan ini belum disetujui Washington.
Keyword : Kim Jong Un Korea Utara