Rabu, 03/04/2019 21:51 WIB
Doha, Jurnas.com - Satu-satunya cara untuk menyelesaikan krisis Teluk adalah bertemu di meja perundingan. Demikian tegas Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammad bin Abdurrahman Al-Thani.
Kantor berita resmi Qatar, QNA melansir pernyataan Al-Thani saat berpidato di Universitas Georgetown di Doha, blokade yang diberlakukan secara tidak adil terhadap Qatar adalah titik transformasi geopolitik di kawasan itu.
Al-Thani menekankan, solusi dari krisis Teluk adalah dengan melakukan negosiasi dalam satu meja.
Menlu Qatar itu mengungkapkan, pihaknya mengapresiasikan kontribusi berharga dari masyarakat dengan keragaman mereka dan peran yang mereka mainkan dalam pembangunan Qatar.
Dua Kapal Tanker Meledak di Selat Hormuz pasca Tabrak Ranjau Laut
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Empat Pangkalan Militer AS
AS Sebut Israel Getol Ingin Gagalkan Perdamaian dengan Iran
Sejak musim panas 2017, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir telah memberlakukan langkah-langkah hukuman terhadap Qatar, termasuk pemutusan hubungan diplomatik dan penerapan blokade ekonomi.
Koalisi yang dipimpin Saudi menuduh Qatar mendukung kelompok teroris regional, yang dibantah keras pemerintah Doha. Sejak krisis hubungan antar-Arab meletus, Kuwait berupaya menengahi apa yang disebut sebagai krisis politik terburuk dalam sejarah Teluk. (Anadolu)
Keyword : Krisis TelukTimur Tengah