Senin, 01/04/2019 20:05 WIB
Pyongyang, Jurnas.com - Korea Utara krisis pasokan mata uang asing, makanan dan minyak. Menurut media lokal, negara itu diprediksi tidak akan mampu bertahan bahkan dalam setahun.
Harian Chosunilbo yang berbasis di Seoul mengatakan Duta Besar Korea Utara untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kim Song, mengirim surat ke organisasi internasional pada 20 Maret untuk meminta sumbangan makanan.
Harian itu mengungkapkan, agen intelijen Korea Selatan Jumat lalu mengatakan kepada anggota parlemen negara itu bahwa pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un telah menyita kepemilikan dolar dari perwakilan perusahaan perdagangan luar negeri utamanya yang bertugas meningkatkan mata uang asing untuk rezim tersebut.
Chosunilbo juga mengatakan rezim Kim menghukum sejumlah kepala perusahaan perdagangan luar negeri atas tuduhan korupsi dan beberapa bahkan dibebaskan setelah masing-masing membayar USD50.000-100.000. (Anadolu)
Korut Resmikan Museum Prajurit Korban Perang Rusia vs Ukraina
Korut Tembakkan Rudal Balistik, Ketegangan Regional Meningkat
IAEA: Korea Utara Capai Kemajuan Signifikan dalam Produksi Senjata Nuklir
Keyword : Korea UtaraKekurangan PanganKim Jong un