Penyelidik PBB Desak Saudi Umumkan Nasib Pelaku Pembunuh Khashoggi

Jum'at, 29/03/2019 05:33 WIB

Riyadh, Jurnas.com - Sidang bersembunyi Arab Saudi untuk 11 tersangka yang terlibat dalam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi tidak memenuhi standar internasional dan harus terbuka bagi publik dan pengamat persidangan.

Demikian kata pakar hak asasi manusia Perserikatan Bangsa - Bangsa (PBB) dalam pernyataan pada Kamis (28/3).

Agnes Callamard yang memimpin penyelidikan internasional atas pembunuhan di konsulat Saudi di Istanbul Oktober lalu, meminta kerajaa mengungkap nama-nama para terdakwa dan nasib 10 orang lainnya yang ditangkap.

"Pemerintah Arab Saudi sangat keliru jika percaya bahwa proses ini, seperti yang saat ini dibentuk, akan memuaskan masyarakat internasional, baik dalam hal keadilan prosedural di bawah standar internasional atau dalam hal validitas kesimpulan mereka," kata Callamard.

Jaksa penuntut umum Saudi mendakwa 11 tersangka yang tidak disebutkan namanya pada November, termasuk lima yang dapat menghadapi hukuman mati atas tuduhan melakukan kejahatan.

CIA dilaporkan menyimpulkan, Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman memerintahkan pembunuhan, yang disangkal para pejabat di Riyadh.

Saud al-Qahtani, seorang pembantu utama Putra Mahkota Mohammed dan memecat pembunuhan itu, tidak termasuk di antara 11 tersangka yang diadili dalam persidangan rahasia di Riyadh, meskipun Arab Saudi berjanji akan membuat mereka bertanggung jawab di pengadilan.

TERKINI
Terus Digempur, Beberapa Warga Gaza Terluka Akibat Serangan Drone Israel Stok Obat Habis, Sektor Kesehatan Palestina Berada di Ambang Kehancuran Mentrans Ajak Dubes Tiongkok Tinjau Sentra Kelapa di Halmahera Utara Tahun Ini, Alfamidi Bakal Bagikan Dividen Rp396 Miliar