Perdana Menteri Australia Kecam Komentar Ofensif Erdogan

Rabu, 20/03/2019 12:03 WIB

Canberra, Jurnas.com - Perdana Menteri Australia, Scott Morrison mengutuk komentar "ceroboh" dan "sangat ofensif" Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menyusul penembakan massal Christchurch.

Sebelumnya, Erdogan, mengatakan serangan itu sebagai bagian dari serangan terhadap Turki dan Islam dan memperingatkan warga Australia yang anti-Muslim akan "dikirim kembali ke peti mati" seperti kakek mereka di Gallipoli - pertempuran WWI yang bermandikan darah.

Lebih dari 8.000 warga Australia tewas dalam pertempuran pasukan Turki di Gallipoli, yang memiliki tempat penting dalam ingatan kolektif Australia.

"Pernyataan yang dibuat oleh Presiden Turki Erdogan yang saya anggap sangat menyinggung warga Australia dan sangat ceroboh dalam lingkungan yang sangat sensitif ini," kata Morrison setelah memanggil duta besar Turki dan menolak pernyataan tersebut, Rabu (20/3).

"Saya mengharapkan, dan saya telah meminta, agar komentar ini diklarifikasi, untuk ditarik ... Saya berharap itu terjadi," kata Morrison, yang juga menghadapi tantangan pemilihan dalam beberapa minggu mendatang.

Erdogan pada hSelasa kembali menyerukan kepada negara-negara Barat untuk menangani Islamophobia di negara mereka dan memastikan keamanan komunitas Muslim di sana dalam sebuah opini di koran Washington Post.

TERKINI
Ini Rahasia Pola Makan Sehat dalam Ajaran Islam Kapan Seorang Laki-Laki Dianggap Siap untuk Menikah? Mengapa Hari Hutan Hujan Sedunia Diperangati Setiap 22 Juni? Peringatan HUT Jakarta Setiap 22 Juni, Ini Sejarahnya