Wacana Internship bagi Calon Sarjana Pertanian

Senin, 18/03/2019 20:42 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Pemerintah sedang mewacanakan pelaksanaan pendampingan (internship) bagi calon sarjana pertanian, seperti halnya calon sarjana kedokteran.

Upaya ini konon bertujuan untuk melakukan transfer teknologi dan ilmu pengetahuan bagi calon lulusan, sebelum turun ke lapangan.

"Petani di era revolusi industri 4.0 butuh pendampingan, dan transfer teknologi dan ilmu pengetahuan, sehingga produksi pertanian itu bisa meningkat secara tajam," kata Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Ali Ghufron Mukti pada Senin (18/3) di Jakarta.

Selain mendongkrak kuantitas produksi, lanjut Ghufron, pendampingan terhadap calon sarjana pertanian juga berguna untuk meningkatkan kualitas, serta variasi produk-produk pertanian.

Peningkatan kualitas dimaksud meliputi terjamin dari segi kesehatan dan kemanan, termasuk dalam hal ini kehalalan produk.

Dalam keterangannya, Ghufron juga menuturkan bahwa masalah berkurangnya lahan dan minimnya ketertarikan untuk menjadi petani masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah.

Karena itu, diperlukan sebuah keberpihakan, baik dari segi kebijakan (policy) maupun komitmen, bahwa menjadi petani bukan hanya menarik, namun juga menjanjikan masa depan yang cerah.

"Kalau menjadi petani tidak menarik, maka akan semakin habis. Yang di sekolah pertanian, setelah lulus tidak bekerja di pertanian," tandas dia.

TERKINI
Jangan Langsung Dibuang, Kulit Buah Naga Ternyata Punya Khasiat Rahasia Berbagai Peristiwa Bersejarah Tanggal 17 Juli dari Masa ke Masa Tumbang di Semifinal, Berapa Nilai Skuad Timnas Inggris? Sejarah Singkat Hari Lahir Saka Bakti Husada 17 Juli dan Maknanya