AS Tak Dipercaya Analisis Kotak Hitam Pesawat Boeing 737 MAX 8

Jum'at, 15/03/2019 06:05 WIB

Addis Ababa, Ethiopia - Pihak Ethiopian Airlines mengkonfirmasi, kotak hitam Boeing 737 MAX 8 yang jatuh pada Minggu (10/3) di Ethiopia telah dikirim ke Prancis untuk dianalisis.

"Delegasi Ethiopia yang dipimpin oleh Biro Investigasi Kecelakaan (AIB) telah menerbangkan Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) ke Paris, Prancis untuk diselidiki," kata maskapai itu dalam sebuah pernyataan, Kamis (14/3).

Sebelumnya, Ethiopia mengatakan akan mengirim FDR dan CVR ke Prancis karena negara Afrika timur tidak memiliki fasilitas yang memadai untuk menentukan penyebab bencana mematikan itu.

Perangkat dari pesawat buatan Amerika Serikat (AS) itu akan dianalisis badan investigasi kecelakaan udara BEA Perancis.

Keputusan maskapai terbesar Afrika untuk mengirim kotak hitam ke Prancis itu mendapat dukungan dari para analis.

"Jika perekam data dikirim ke AS akan memungkinkan pihak dengan kepentingan pribadi menjadi hakim dalam kasusnya sendiri," kata orang dosen hukum di Universitas Keele di Inggris, Awo Allo.

"Boeing lebih dari sekedar perusahaan untuk AS dan Ethiopia tidak dapat secara wajar mengharapkan hasil yang bijaksana dari penyelidikan AS," tambah Awo.

Sebelnya, pesawat dengan nomor penerbangan ET 302, menuju Nairobi dari Addis Ababa, jatuh sekitar 50 km di luar ibukota Ethiopia enam menit setelah lepas landas.

Semua 157 orang di dalamnya - 149 penumpang dan delapan awak - tewas dalam kecelakaan itu. (Al Jazeera)

TERKINI
Konsumsi Garam Berlebih Diduga Percepat Penurunan Daya Ingat pada Pria Program Revitalisasi Kemendikdasmen Beri Dampak Nyata di Magelang Meski IHSG Menguat, Lima Saham Ini Terkoreksi Lima Saham Topang Penguatan Bursa Pekan ini