Sabtu, 09/03/2019 12:30 WIB
Teheran, Jurnas.com - Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan Iran tidak takut dengan meja perundingan dengan mencatat Amerika Serikat (AS) harus kembali ke kesepakatan nuklir 2015 dan menebus masa lalu.
Di sela pertemuan Dewan Administratif Provinsi Gilan, Rouhani mengatakan, Iran memiliki kekuatan untuk bernegosiasi dan tidak takut dengan meja perundingan.
"Kami memiliki logika dan alasan yang kuat, sejauh kami memperoleh kemenangan melawan AS di pengadilan internasional. Kami tidak takut dengan meja perundingan, diskusi hukum dan perang (bahkan)," katanya.
Pada 8 Mei 2018, Presiden AS, Donald Trump secara resmi menarik negaranya dari kesepakatan nuklir internasional, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan, dan menerapkan kembali sanksi terhadap Iran.
Pada 31 Juli, Trump menawarkan untuk bertemu para pemimpin Iran dengan tanpa prasyarat dan kapan saja mereka (Iran) mau.
"Aku akan bertemu dengan siapa pun. Saya percaya pada pertemuan," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih. (Tehran Time)
Keyword : Kesepakatan NuklirIranAmerika Serikat