Kamis, 28/02/2019 21:55 WIB
Jakarta,- Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo bersilaturahmi dengan peserta halaqoh Ulama dan pimpinan Pondok Pesantren Jawa Barat di Istana Negara Jakarta pada Kamis (28/2).
Ditemani oleh Menteri Agama Lukman Hakim, Presiden Jokowi kembali mengajak para ulama dan seluruh pihak untuk menyemai dan menjaga kerukunan di tengah perbedaan yang ada.
"Saya mengajak kepada para ulama untuk menyampaikan kepada masyarakat dan lingkungannya untuk merawat persatuan, kerukunan, persaudaraan, dan ukhuwah kita. Baik ukhuwah islamiah maupun wathaniah sebagai saudara sebangsa dan setanah air," ujar Presiden.
Presiden pun mengingatkan agar jangan sampai terjadi kericuhan akibat kontestasi politik yang setiap lima tahun sekali.
Menag: Kerukunan Jadi Modal Penting Indonesia Hadapi Dinamika Global
Komisi III Desak Polda NTB Ambil Alih Kasus Kekerasan di Ponpes
Yaqut Cholil Siap Buka-bukaan di Sidang Korupsi Kuota Haji
"Jangan sampai kita karena unsur politik yang setiap 5 tahun ada, kita merasa tidak menjadi saudara, kita tidak rukun", ungkap Presiden RI ke 7 ini.
Sementara itu perwakilan Ulama Jawa Barat KH Mukri Aji dalam sambutannya menyebutkan bahwa pertemuan hari ini dengan Presiden sekaligus menyerahkan rekomendasi Ulama terhadap Pemerintah.
"Kegiatan ini bukan gagasan personal, melainkan gagasan kolektif. Dalam kesempatan ini pula kami memberikan beberapa rekomendasi kepada pemerintah melalui Presiden", ungkap Kiai Mukri.
Beberapa poin rekomendasi yang dibacakan oleh Kiai Mukri diantaranya berkaitan dengan pencegahan terhadap radikalisme agar keutuhan NKRI tetap terjaga.