India Ringkus Ratusan Separatis Kashmir

Minggu, 24/02/2019 08:46 WIB

New Delhi, Jurnas.com - Polisi menahan sedikitnya 150 separatis di Kashmir yang dikelola India pada Sabtu (23/2). Penangkapan itu dikahwatirkan akan menyulut protes dan bentrokan anti-India.

Tindakan keras yang dimulai pada Jumat malam itu terjadi di tengah konflik antara India dan Pakistan menyusuk bom mobil bunuh diri pada 14 Februari yang dilakukan pemberontak Kashmir terhadap konvoi paramiliter.

Empat puluh dua tentara India tewas dalam ledakan bunuh diri di distrik Pulwama, Kashmir selatan, serangan terburuk terhadap pasukan pemerintah India dalam sejarah wilayah itu.

India menyalahkan Pakistan atas serangan itu dan berjanji akan merespon dengam keras.

Polisi India mengatakan, mereka pergi ke lingkungan sekitar semalam dan mengumpulkan para pemimpin tinggi dan aktivis yang sebagian besar adalah Jamaat-e-Islami, sebuah kelompok politik-keagamaan yang mendukung hak penentuan nasib sendiri untuk Kashmir.

Dilansir dari Al Jazeera, penggerebekan dan penangkapan masih berlanjut pada Sabtu (23/2).

Di antara mereka yang ditangkap adalah kepala daerah Jamaat-e-Islami Abdul Hamid Fayaz, dan Mohammed Yasin Malik, seorang pemimpin pro-kemerdekaan yang berpengaruh yang mengepalai Front Pembebasan Jammu-Kashmir.

Malik dijemput dari rumahnya pada Jumat malam di kota utama Srinagar, di mana sebagian besar toko dan bisnis tutup pada Sabtu untuk memprotes tindakan keras tersebut.

TERKINI
Menko PM: MBG Penggerak Ekosistem Ekonomi Lokal dari Desa hingga Nasional Dianugerahi KWP Awards 2026, Lalu Komit Kawal Pendidikan Nasional Ranny Fahd Arafiq Diganjar Srikandi Milenial Inspiratif di KWP Awards 2026 Polda Metro Pastikan Proses Hukum Berjalan Terkait Fahd El Fouz A Rafiq