40 Persen Bahasa Dunia Terancam Punah

Jum'at, 22/02/2019 17:30 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Ketika sebuah bahasa hilang, komunitas dan, pada gilirannya, dunia, kehilangan generasi pengetahuan yang telah dilestarikan.

Hal itu disampaikan Kristen Tcherneshoff, yang bekerja di Wikitongues sebagai direktur Komunitas, sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di New York yang berfokus pada tentang pelestarian bahasa.

"Bahasa adalah ekspresi artistik, intelektual, dan spiritual dari kompleksitas penuh dan keragaman pengalaman manusia," katanya dilansir CGTN.

21 Februari merupakan Hari Bahasa Ibu Internasional, yang dirayakan tahun ini dengan tema "Bahasa-bahasa asli penting untuk pembangunan, pembangunan perdamaian, dan rekonsiliasi."

Hari itu bertujuan mempromosikan pelestarian dan perlindungan bahasa di tengah meningkatnya ancaman terhadap keanekaragaman bahasa.

Menurut statistik UNESCO, sekitar 40 persen dari sekitar 7.000 bahasa di seluruh dunia terancam punah, yang sebagian besar adalah bahasa asli.

Selain itu, satu bahasa hilang setiap dua minggu, bersama dengan seluruh warisan budaya dan intelektualnya.

Beberapa ahli bahasa berpendapat bahwa hampir setengah dari stok bahasa saat ini di dunia mungkin hilang pada abad berikutnya.

Untuk mengangkat masalah ini, PBB secara resmi meluncurkan Tahun Bahasa Pribumi pada tanggal 1 Februari tahun ini.

"Setiap bahasa asli memiliki nilai yang tak terhitung bagi umat manusia," kata Presiden Majelis Umum PBB María Fernanda Espinosa Garcés di acara tersebut.

"Mereka lebih dari sekadar alat untuk komunikasi, mereka adalah saluran bagi warisan manusia untuk diturunkan."

TERKINI
Prabowo Ingatkan Dapur MBG Tak Boleh jadi Sarana Memperkaya Oknum Wakil Menteri Imigrasi Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK DPR RI Siap Bahas Revisi UU Pemilu Komisi XI dan Pemerintah Sepakat RUU P2SK Siap Dibawa ke Paripurna