Kamis, 14/02/2019 03:02 WIB
Caracas, Jurnas.com - Pemimpin oposisi, Juan Guaido, mengatakan akan memulihkan kembali hubungan Venezuela dengan Israel.
"Saya sangat senang melaporkan bahwa proses menstabilkan hubungan dengan Israel sedang mencapai puncaknya," kata Guaido kepada surat kabar Israel, Hayom, Selasa (12/2)
"Pertama-tama kita akan memulihkan hubungan, kemudian kita akan mengumumkan penunjukan seorang duta besar untuk Israel, dan kami sangat berharap seorang utusan akan datang ke sini dari Israel," sambungnya.
Guaido, yang mendapat dukungan Amerika Serikat (AS), juga mengatakan sedang mempertimbangkan untuk memindahkan kedutaan besar Venezuela dari Tel Aviv ke Yerusalem.
7 Perbedaan Dolar AS dengan Mata Uang Dunia Lainnya
10 Istilah Dolar yang Perlu Diketahui Investor Pemula
Apa Itu Loving Day? Ini Sejarah, Makna, dan Tujuannya
"Saya akan mengumumkan dimulainya kembali ikatan dan lokasi kedutaan pada waktu yang tepat," katanya.
Status Yerusalem adalah salah satu hambatan terbesar untuk perjanjian perdamaian antara Israel dan Palestina, yang menginginkan Yerusalem Timur diakui sebagai ibukota negara Palestina di masa depan.
Israel menganggap semua Yerusalem sebagai ibukotanya, termasuk wilayah timur yang dicaploknya pada 1967 meski melanggar hukum internasional.