Senin, 04/02/2019 12:58 WIB
San Salvador, Jurnas.com - Nayib Bukele telah menyatakan kemenangan dalam pemilihan presiden El Salvador. Ia berhasil menyisihkan dua kandidat dari dua partai tradisional yang telah lama mendominasi politik terpolarisasi di negara itu.
"Pada saat ini, kami dapat mengumumkan dengan penuh kepastian bahwa kami telah memenangkan kursi kepresidenan El Salvador di babak pertama," kata lelaki berusia 37 tahun itu, mantan walikota San Salvador, pada konferensi pers, Minggu malam.
"Kami membuat sejarah," tambah Bukele, sembari meminta para pendukung untuk merayakannya di Morazan Plaza di pusat bersejarah San Salvador, salah satu proyek revitalisasi unggulan selama masa jabatannya sebagai walikota ibukota.
Dengan 80 persen suara dihitung, Bukele mengantangi suara sebanyak 53,4 persen, melebihi ambang batas 50 persen yang diperlukan untuk memenangkan kursi kepersidenan.
El Salvador, Negara Pertama Legalkan Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang Sah
El Salvador Setujui UU Pertama untuk Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang Sah
China akan Donasikan 150.000 Dosis Vaksin COVID-19 Sinovac ke El Salvador
Saingan utamanya, Carlos Calleja, dari Nation Republican Alliance (ARENA) yang konservatif, berada di urutan kedua dengan total suara 31,8 persen.
Mantan Menteri Luar Negeri El Salvador, Hugo Martinez, dari Front Pembebasan Nasional Farabundo Marti yang berkuasa sayap kiri (FMLN), berada di posisi ketiga dengan perolehan 14 persen.
Presiden baru akan menjabat pada 1 Juni untuk masa jabatan lima tahun.
Raquel Caballero, ombudsman hak asasi manusia, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pemilihan berlangsung lancar. "Secara umum, proses pemilihan dilakukan tanpa insiden," katanya.
Tetapi, Presiden Komisi Pemilihan Umum, Julio Olivo Granadino mengatakan kepada wartawan bahwa konferensi pers yang diadakan Bukele dua jam sebelum penutupan pemilihan, di mana ia mendesak para pemilih untuk memberikan suara mereka, adalah pelanggaran.
Keyword : Nayib BukelePilpres El Salvador