Minggu, 03/02/2019 16:39 WIB
Kabul, Jurnas.com – Amerika Serikat dan Taliban telah membuat sketsa untuk perjanjian perdamaian, guna mengakhiri perang selama 17 tahun di Afghanistan.
Pernyataan itu disampaikan oleh utusan khusus AS Zalmay Khalizad kepada New York Times, namun kabarnya belum ada tanda-tanda kelompok pemberontak menerima sejumlah tuntutan AS.
“Kami memiliki rancangan kerangka kerja yang harus disempurnakan sebelum menjadi kesepakatan,” ujar Khalidzad dalam sebuah wawancara di Kabul, setelah enam hari berbicara dengan Taliban.
“Taliban telah berkomitmen, untuk kepuasan kami, untuk melakukan apa yang diperlukan yang akan mencegah Afghanistan menjadi platform bagi kelompok atau individu teroris internasional.”
Iran Disebut Setuju Buka Selat Hormuz Tanpa Tarif
AS dan Iran Dikabarkan Bertemu di Swiss Pekan Depan
Imbas Pengelolaan Data dan Dampak AI, OpenAI Hadapi Penyelidikan Masif di A
Pejabat AS lainnya di Kabul, yang berbicara kepada Reuters dengan syarat anonim, menggambarkan "kemajuan signifikan" dalam perundingan di Qatar.
Akan tetapi dia mengatakan lebih banyak perundingan diperlukan mengenai masalah waktu gencatan senjata, yang tampak sebagai titik penting dalam pembicaraan itu.