Minggu, 03/02/2019 16:39 WIB
Kabul, Jurnas.com – Amerika Serikat dan Taliban telah membuat sketsa untuk perjanjian perdamaian, guna mengakhiri perang selama 17 tahun di Afghanistan.
Pernyataan itu disampaikan oleh utusan khusus AS Zalmay Khalizad kepada New York Times, namun kabarnya belum ada tanda-tanda kelompok pemberontak menerima sejumlah tuntutan AS.
“Kami memiliki rancangan kerangka kerja yang harus disempurnakan sebelum menjadi kesepakatan,” ujar Khalidzad dalam sebuah wawancara di Kabul, setelah enam hari berbicara dengan Taliban.
“Taliban telah berkomitmen, untuk kepuasan kami, untuk melakukan apa yang diperlukan yang akan mencegah Afghanistan menjadi platform bagi kelompok atau individu teroris internasional.”
AS Klaim telah Sita Hampir 500 Juta Dolar Aset Kripto Iran
Hari Jazz Internasional Setiap 30 April: Ini Sejarah, Makna, dan Tujuannya
Momen Donald Trump dan Istri Dievakuasi Usai Terdengar Suara Tembakan
Pejabat AS lainnya di Kabul, yang berbicara kepada Reuters dengan syarat anonim, menggambarkan "kemajuan signifikan" dalam perundingan di Qatar.
Akan tetapi dia mengatakan lebih banyak perundingan diperlukan mengenai masalah waktu gencatan senjata, yang tampak sebagai titik penting dalam pembicaraan itu.