Facebook Hapus Ratusan Akun Iran

Jum'at, 01/02/2019 11:01 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Perusahaan media sosial, Facebook menghapus 783 halaman, akun, dan grup yang terhubung dengan Iran dari layanannya yang dinilai telah melakukan perilaku tidak otentik yang terkoordinasi.

Penghapusan itu lantaran akun-akun tersebut palsu, yang dijalankan dengan maksud mengganggu politik dan pemilihan umum.

Facebook telah mengungkapkan pembersihan semacam itu secara lebih teratur dalam beberapa bulan terakhir, termasuk yang terkait dengan grup di Myanmar, Bangladesh dan Rusia.

Dilansir The National, akun-akun di Facebook dan Instagram biasanya mengaku bahwa mereka adalah penduduk lokal di lebih dari dua lusin negara mulai dari Afghanistan, Jerman, India, Arab Saudi dan AS.

Facebook mengatakan Kamis bahwa akun-akun tersebut menghabiskan sekitar $ 30.000 untuk iklan, dibayar dalam dolar AS, poundsterling Inggris, dolar Kanada, dan euro.

Perusahaan itu mengatakan Twitter membantu penyelidikannya dengan berbagi informasi tentang aktivitas mencurigakan yang ditemukannya pada layanannya sendiri.

Perusahaan-perusahaan tersebut, bersama dengan yang lainnya di industri teknologi, telah bekerja sama lebih banyak dalam hal penghapusan akun dengan membagikan informasi.

Kerja sama semacam itu dapat membantu perusahaan menghindari pengawasan peraturan dengan menunjukkan kritik dan pembuat undang-undang bahwa mereka dapat mengesampingkan perbedaan ketika harus berjuang melawan ancaman dari luar yang memengaruhi pengguna mereka.

Akun-akun terbaru yang dihapus, kata Facebook, biasanya mewakili diri mereka sebagai penduduk lokal di berbagai negara, sering menggunakan akun palsu dan memposting berita di acara terkini. Ini termasuk menggunakan cerita dari media pemerintah Iran tentang konflik di Suriah dan Yaman.

TERKINI
Apa Itu Hipertensi? Ini Penyebab dan Gejalanya yang Perlu Diwaspadai Mengapa Hari Hipertensi Sedunia Diperingati Setiap 17 Mei? Ini Sejarahnya Mengenal Sosok Abdul Malik Fadjar, Pencetus Hari Buku Nasional di Indonesia Hari Buku Nasional 17 Mei, Ini Sejarah dan Alasan Diperingati Setiap Tahun