Iran Tegaskan Tak Hancurkan Reaktor Nuklirnya

Jum'at, 25/01/2019 16:38 WIB

Istanbul – Kepala Organisasi Energi Atom Iran (IAEO), Ali Akbar Salehi, mengatakan, Iran tidak pernah menghancurkan reaktor nuklir Arak, sebuah prasyarat dari perjanjian nuklir 2015 dengan kekuatan dunia.

Dilansir dari Andolu, Salehi mengatakan kepada saluran televisi lokal bahwa reaktor di fasilitas Arak tidak pernah ditimbun dengan beton, tindakan yang jelas melanggar ketentuan perjanjian 2015.

"Kami tidak pernah menimbun fasilitas dengan beton. Jika kami melakukannya, fasilitas itu tidak akan bisa dioperasi," ujar Salehi, Kamis (24/1) waktu setempat.

Namun, Salehi mengakui bahwa pihaknya hanya menghancurkan beberapa pipa bahan bakar, yang terlihat seperti pipa reaktor, yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Salehi melanjutkan dengan mengatakan langkah itu diperintahkan oleh pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. "Hanya pemimpin tertinggi yang tahu situasi saat itu," katanya.

Pada 2015, Iran menandatangani perjanjian nuklir penting dengan kelompok negara P5+1 (lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman).

Menurut ketentuan perjanjian itu, Iran diharuskan untuk menghancurkan reaktor di fasilitas Arak, sumber energi nuklir yang secara teoritis dapat digunakan untuk keperluan militer.

TERKINI
KPK Geledah Rumah Mewah Silmy Karim di Jakarta Selatan Iran Tuntut AS Segera Cairkan 50 Persen Aset Miliknya Ibas: Patriotisme Ekonomi Harus Dibangun di Atas Etika dan Kepercayaan DPR Kawal Pengembalian 83,26 Hektare Lahan Padang Halaban ke Warga