Senin, 21/01/2019 16:26 WIB
Tehran - Direktur Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), Ali Akbar Salehi, mengatakan, insinyur Iran telah menguasai teknologi nuklir dan industri ini tidak tergantung pada negara lain.
"Teknologi ini tidak tergantung pada orang lain dan negara dapat mengembangkannya terus-menerus," kata Salehi kepada wartawan, menurut ISNA.
Di tempat lain, ia mengatakan, Iran akan memutuskan untuk tetap dalam kesepakatan nuklir 2015, yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan, berdasarkan pada kepentingannya.
Presiden Donald Trump, menarik AS secara sepihak dari perjanjian nuklir 2015 pada Mei dan memberlakukan sanksi terhadap Iran. Sanksi jilid pertama berlaku pada 6 Agustus dan jilid kedua, yang menargetkan ekspor minyak dan bank Iran pada 4 November.
Trump Sebut Iran Hubungi AS Langsung dan Ingin Buat Kesepakatan
Perang Iran Sudah Habiskan Rp600 T, AS Perkirakan Biaya Terus Bertambah
Mahkamah Agung AS Blokir Aturan Baru Pemungutan Suara via Pos
Dilansir dari Tehran Time, kesepakatan nuklir Iran sejauh ini telah dilaksanakan secara penuh, sebagaimana disertifikasi oleh Badan Energi Atom Internasional dalam 13 laporan berturut-turut.