Jum'at, 18/01/2019 08:11 WIB
Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy bersama Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang menyebut, gerakan mitigasi bencana di sekolah akan digelar secara serempak di seluruh Indonesia.
Upaya ini menurut Mendikbud merupakan permintaan Presiden Joko Widodo, agar pendidikan kebencanaan diimplementasikan di bangku sekolah, dengan melibatkan tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan relawan.
“Mensos dan saya kolaborasi untuk itu, mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama akan ada simulasi nasional,” ujar Muhadjir kepada awak media pada Jumat (18/1) di Jakarta.
Adapun jenis pendidikan yang akan diajarkan kepada siswa didik nantinya berupa informasi, pengetahuan, simulasi, dan berbagai macam teknik menghindar.
Dana Iklim Global Meningkat, Tapi Komunitas Paling Rentan Justru Tertinggal
Anggaran Mitigasi Bencana Terbatas, BNPB Pinjam dari Luar Negeri
Gempa Kecil Bisa Jadi Petunjuk Gempa Besar, Ini Penjelasan Ahlinya
Lebih dari itu, Mendikbud juga akan memasukkan mitigasi bencana dalam kurikulum, lalu disinergikan dalam mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial, di antaranya mapel Geografi.
“Tapi itu saja tidak cukup, maka perlu teknik modul-modul itu,” terangnya.
Sebelumnya Menteri Muhadjir tidak akan memasukkan program mitigasi bencana dalam satu mata pelajaran khusus.
Menurut Mendikbud, materi yang diterima siswa didik saat ini sudah sarat beban, sehingga penambahan mata pelajaran dalam kurikulum dinilai akan bersifat kontraproduktif.
“Sekarang saja tasnya sudah penuh, masa mau ditambahi. Sekolah jagan jadi tempat pembuangan akhir, kalau ada masalah, masuk kurikulum, lalu selesai. Itu tidak menyelesaikan. Saya tidak sampai hati untuk menambah,” kata Mendikbud dalam taklimat media di kantor Kemdikbud Jakarta, pada Kamis (27/12).
Keyword : Mitigasi Bencana Muhadjir Effendy