Rabu, 16/01/2019 18:07 WIB
Probolinggo - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman angkat bicara soal polemik beras. Putra Bone, Sulawesi Selatan itu mengatakan, salah satu alasan beras selalu jadi polemik adalah banyaknya mafia pangan.
"Itu terbukti di pemerintahan Jokowi-JK adalah terbanyak mafia yang sudah diselesaikan," jelas Amran di sela panen jagung di Desa Randumerak, Kecematan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (16/1).
"Kurang lebih 409 mafia pangan sudah dikirim ke penjara dan 782 sedang proses hukum. Sementara itu, sebanyak 15 sudah diblacklist dan sebentar lagi akan ditambah 21 perusahaan," sambungnya.
Mendikdasmen Salurkan 1.577 IFP untuk Ribuan Sekolah di Sidoarjo
Video Detik-detik Pabrik Cat di Gresik Terbakar
Legislator Ajak Sinergi Lintas Sektor Optimalkan Layanan Disabilitas
Amran menegaskan, selama masih menjabat sebagai Mentan tidak akan membiarkan mafia pangan berkeliaran di Indonesia. Apalagi pangan menyangkut ketahanan negara.
"Ini dicatat ya. Jangan petani di atas namakan, marahan nanti petani dan anda kualat. Tidak ada kompromi bagi mafia pangan. Semua aku beresin, ini perintah Bapak presiden," tegas Amran.
Amran mengatakan, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Panglima TNI, Kapolri, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan Bulog akan terus berkomitmen untuk memberantas para mafia pangan.