Selasa, 18/12/2018 11:50 WIB
London - Sebuah penelitian menemukan bahwa belaian lembut bayi terbukti dapat mengurangi gambaran pengalaman menyakitkan di otak mereka.
Penelitian yang dilakukan Universitas Oxford dan Liverpool John Moores University ini memantau aktivitas otak dari 32 bayi, saat mereka menjalani tes darah, dilansir dari BBC pada Selasa (18/12).
Setengah dari jumlah bayi dibelai lembut. Hasilnya terdapat pengurangan aktivitas nyeri hingga 40 persen lebih di otak mereka.
“Sentuhan tampaknya memiliki potensi analgesik (obat penahan sakit) tanpa risiko efek samping,” kata anggota peneliti Rebeccah Slater.
Terus Digempur, Beberapa Warga Gaza Terluka Akibat Serangan Drone Israel
Kasus Pungli di Kementerian Imipas Alarm Perbaikan Integritas Birokrasi
Anggaran 2026 Terbatas, Komisi V Minta Kemenhub Gandeng Investor Swasta
“Jika kita dapat lebih memahami dasar-dasar teknik neurobiologi seperti pijat bayi, kita dapat memberikan tips kepada orang tua tentang cara menghibur bayi mereka,” lanjutnya.
Kecepatan membelai dapat mengaktifkan sekelompok neuron sensorik di kulit, yang disebut C-taktil aferen, yang sebelumnya telah terbukti mengurangi rasa sakit pada orang dewasa.
Tetapi tidak jelas apakah bayi memiliki respons yang sama, atau apakah ia berkembang dari waktu ke waktu.
“Ada bukti yang menunjukkan bahwa C-taktil aferen dapat diaktifkan pada bayi dan lambat, sentuhan lembut dapat membangkitkan perubahan dalam aktivitas otak pada bayi,” terang Prof Slater.
“Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa sentuhan dapat meningkatkan ikatan pada orang tua, dan mengurangi stres bagi orang tua dan bayi,” imbuh Slater.
Keyword : Belaian Lembut Teknik Parenting