Senin, 17/12/2018 09:15 WIB
Pyongnyang - Korea Utara memeringati hari kematian pemimpin Kim Jong Il pada Senin (17/12). Warga setempat berbondong-bondong membanjiri patung dan melakukan sumpah kesetiaan kepada putranya dan penerusnya, Kim Jong Un.
Puluhan ribu orang membawa bunga dan memberi penghormatan kepada pemimpin itu saat salju jatuh pada Minggu di Mansu Hill di pusat Pyongyang, lokasi patung perunggu besar dari "Pemimpin Yang Terhormat" dan pendiri nasional Kim Il Sung.
Meksi banyak yang meragukan, Kim Jong Un sudah berhasil membuka mata lebar-lebar bahwa ia mampu diandalkan karena berhasil memperkuat ekonomi negara itu dalam menghadapi sanksi internasional yang intens.
Blue Moon 2026: Mengapa Bulan Purnama Langka Ini Disebut "Bulan Biru"?
Evaluasi Armuzna, Menhaj Siapkan Perbaikan Penyelenggaraan Haji 2027
Puncak Haji 2026 Berjalan Lancar, Kemenhaj Siapkan Fase Kepulangan Jemaah
Ia juga sudah mencapai tujuan yang diimpikan oleh ayah dan kakeknya. Ia adalah pemimpin Korea Utara pertama yang memiliki gudang senjata nuklir dan rudal jarak jauh yang mampu mencapai Amerika Serikat (AS).
Pada hari yang sama, ada sedikit yang menyebutkan di media pemerintah tentang isu-isu yang mendapat perhatian paling banyak di tempat lain, termasuk kebingungan spekulasi di Korea Selatan bahwa Kim mungkin akan mengunjungi Seoul pada akhir tahun ini.Keyword : Kim Jong IlKorea UtaraSenjata Nuklir