Senin, 17/12/2018 07:39 WIB
Doha - Pemrintah Qatar menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menyediakan tempat tinggal bagi lebih dari 26.000 orang yang terlantar di Yaman.
Kesepakatan senilai USD3 juta ditandatangani pada Minggu (16/12) di antaranya Dana Pembangunan Qatar, Qatar Charity, dan Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) di sela Forum Doha di ibukota negara Teluk.
Seorang pejabat Qatar dari Development Fund mengkonfirmasi kepada Al Jazeera bahwa tempat penampungan akan berlokasi di Yaman dan konstruksi mereka akan diawasi oleh UNHCR.
Pekan lalu PBB berhasil melakukan negosiasi perdamaian antara pihak-pihak yang berseteru di Yaman untuk mengakhiri krisis kemanusiaan terburuk di dunia.
Kasus Pungli di Kementerian Imipas Alarm Perbaikan Integritas Birokrasi
Anggaran 2026 Terbatas, Komisi V Minta Kemenhub Gandeng Investor Swasta
Stok Obat Habis, Sektor Kesehatan Palestina Berada di Ambang Kehancuran
Sejak perang itu berlangsung sudah sekitar 60.000 orang yang tewas. Yang paling mengejutkan banyak orang delapan juta, (jumlah yang lebih besar dari populasi Swiss) yang berada di ambang kelaparan.
UNHCR mengatakan hampir dua juta warga Yaman sudah melarikan diri ke negara-negara tetangga sejak awal konflik pada 2014. Tambahan 280.000 pengungsi dan pencari suaka merana di negara itu, terutama dari Tanduk Afrika.
Keyword : QatarPerang YamanUNHCRPengungsi Yaman