Minggu, 16/12/2018 17:50 WIB
Doha – Perusahaan raksasa minyak dan gas (migas) Qatar Petrolum akan menanamkan modal sebesar US$20 miliar di Amerika Serikat selama beberapa tahun mendatang.
Demikian disampaikan oleh Kepala Eksekutif Qatar Petrolum Saad al-Kaabi, pasca negara Teluk tersebut berhenti dari OPEC, serta upaya membebaskan Doha dari potensi risiko hukum di AS.
Qatar Petrolum memenang portofolio energi sebagai produsen gas alam cair (LNG) terbesar di dunia. Kemitraan baru ini, kata Kaabi, juga bertujuan untuk proyek kereta api LNG baru yang sedang dibangun pada pertengahan tahun depan.
Namun dia menggarisbawahi bahwa QP bisa saja melaksanakan proyek itu sendiri, tanpa ada perusahaan minyak internasional manapun, jika tak ada penawaran yang bagus.
Studi Ungkap 9 dari 10 Cerita Fiksi Modern Mengabaikan Perubahan Iklim
Rakernas Evaluasi Haji, Wamenhaj: Kemenhaj Harus Benar-benar Berwajah Baru
Anggota DPR Dorong Perpres Tata Kelola Terpadu Koperasi Merah Putih
“Tandai kata-kata saya, jika saya tidak mendapatkan kesepakatan yang bagus, kami akan pergi sendiri,” terang Kaabi kepada Reuters pada Minggu (16/12) di kantornya di Doha.
Keyword : Qatar Petrolum Minyak dan Gas Amerika Serikat