Senin, 17/12/2018 05:40 WIB
Beijing - Perusahaan penerbangan Boeing membangun pabrik 737 pertamanya China pada Sabtu (15/12) kemarin. Investasi strategis ini bertujuan untuk membangun keunggulan atas rival mereka Airbus.
Produsen pesawat terbesar di dunia itu juga mengirimkan 737 terlaris di fasilitas Zhoushan, sekitar 290 kilometer di tenggara Shanghai ke maskapai penerbangan Air China, dalam sebuah pertemuan eksekutif.
Diketahui, Boeing dan Airbus telah memperluas jangkauan pasar mereka di China, yang diperkirakan akan mengambil alih pasar Amerika Serikat dalam beberapa dekade berikutnya.
Tahun lalu Boeing menginvestasikan US$33 juta untuk mengambil saham mayoritas dalam usaha patungan badan pesawat komersial China atau COMAC, yang notabene milik negara.
Berbagai Makanan Tinggi Serat yang Baik untuk Kesehatan Pencernaan
David Alonso Merapat ke Honda HRC Castrol di MotoGP 2027
Wanita di China Lempar Uang Setara Rp2,5 Miliar dari Balkon Apartemen
Boeing berbasis di Chicago menyebut dirinya eksportir teratas di AS, dan telah mengirim lebih dari satu setiap empat jetliner yang dibuatnya tahun lalu kepada pelanggan di China. Diperkirakan selama 20 tahun ke depan sebanyak 7700 pesawat baru nilai US$1,2 triliun.
Akan tetapi, upacara pembukaan pabrik dibayangi oleh ketegangan AS dan China, di mana kedua negara terlibat dalam perang tarif.
Dua negara Ekonomi terbesar di dunia tersebut sedang berada dalam gencatan perdagangan selama 90 hari.
"Apakah Saya gugup tentang situasinya? Ya tentu saja. Ini adalah lingkungan yang menantang," kata presiden Boeing China john bruns kepada awak media dilansir dari Reuters.
"Kami harus terus memantau pertandingan panjang di Tiongkok. Dalam jangka panjang, saya optimistis kami akan bekerja sama," lanjutnya.
Keyword : Maskapai BoeingChina