Rabu, 12/12/2018 15:10 WIB
Abu Dhabi - Skyline International Foundation mengungkapkan, Uni Emirat Arab (UAE) merogoh sejumlah besar uang untuk memata-matai warga negaranya dan meretas lembaga-lembaga regional dan internasional.
Lembaga itu mengatakan dalam sebuah laporan, UAE melakukan motif dengan menawarkan lowongan pekerjaan melalui sebuah perusahaan yang didanai pemerintah bernama DarkMatter untuk menarik para peretas yang canggih dengan dalih memerangi serangan dunia maya.
Laporan itu mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan, perusahaan itu bekerja sama erat dengan peretas Amerika untuk membangun sistem mata-mata global yang melacak warga biasa maupun pebisnis.
Mendikdasmen Pastikan TKA Nasional Berjalan Tertib dan Terkendali
Jadi Saksi Sidang Gugatan OpenAI, Elon Musk Beradu Klaim
AS Bakal Rilis Paspor Edisi Terbatas Bergambar Donald Trump
Perusahaan UEA yang dijalankan oleh Faisal Al-Bannai telah menarik sejumlah besar perusahaan internasional, seperti McAfee, pabrikan Korea Selatan Samsung dan Google.
Perusahaan memasang perangkat lunak berbahaya alih-alih memperkuat pertahanan yang memungkinkannya mengakses kamera pengawas, komputer dan komunikasi nirkabel, demikian laporan-laporan.
Yayasan itu mengatakan mereka yakin karyawan perusahaan tidak sepenuhnya menyadari misi perusahaan, tidak seperti pejabat yang mewawancarai peretas di kantor pusatnya di Abu Dhabi.
Keyword : Timur TengahAbu DhabiMata-mata Global