Selasa, 11/12/2018 23:05 WIB
Jakarta - Perusahaan jasa minyak Italia Saipem (SPMI.MI) mengatakan telah mengidentifikasi serangan cyber keluar dari India yang telah mempengaruhi servernya di Timur Tengah.
"Kami mengumpulkan semua elemen yang berguna untuk menilai dampak pada infrastruktur kami dan tindakan yang harus diambil untuk memulihkan kegiatan normal," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan dilansir reuters.
Kepala digital dan inovasi Saipem, Mauro Piasere, mengatakan bahwa serangan itu berasal dari Chennai, India.
"Server di Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Kuwait telah diserang juga, sebagian, memiliki infrastruktur di Aberdeen di Skotlandia," katanya.
Sekjen Golkar Resmi Luncurkan Buku Kekuasaan Yang Menolong
Hari Kartini 21 April 2026 Apakah Libur Nasional? Ini Penjelasan Resminya
Legislator Golkar: Harga BBM Subsidi Tak Naik, Daya Beli Tetap Terjaga
Namun dia menambahkan server kelompok di pusat operasi utamanya di Italia, Prancis dan Inggris belum terpengaruh.
"Server yang terlibat telah ditutup untuk sementara waktu untuk menilai skala serangan," katanya, menambahkan bahwa sistem cadangan data akan diaktifkan setelah ancaman itu dihapuskan.
"Tidak ada data yang hilang karena semua sistem kami memiliki back-up," katanya.
Saipem, yang dikendalikan oleh pemberi pinjaman negara Italia CDP dan perusahaan minyak Eni (ENI.MI), adalah pemimpin pasar dalam rekayasa dan konstruksi bawah laut.
Klien terbesarnya adalah Saudi Aramco dengan siapa mereka memiliki perjanjian kerangka kerja hingga 2021.
Keyword : India Serangan Siber Italia