Senin, 03/12/2018 12:59 WIB
Abuja - Presiden Nigeria, Muhammadu Buhari memecah desas-desus yang menyebut dirinya meninggal dunia, lalu kemudian digantikan kloningan yang mirip dengan dirinya.
"Ini nyata saya, saya jamin. Saya akan segera merayakan ulang tahun ke-76 dan saya akan tetap kuat," kata Buhari saat bertemu dengan diaspora Nigeria di Polandia, di mana dia menghadiri KTT iklim COP24 PBB di Katowice.
Pada kesempatan tersebut, Buhari menjawab kabar palsu yang menyebar luas melalui media sosial Twitter, Facebook dan YouTube yang menyebut pemimpin negara paling padat di Afrika adalah penipu ulung yang disebut "Jubril."
"Banyak orang berharap saya mati saat sakit. Beberapa bahkan mengulurkan tangan kepada Wakil Presiden untuk meminangnya sebagai wakilnya karena mereka menganggap saya sudah mati," kata Buhari, menurut pernyataan yang ditandatangani oleh juru bicaranya, Garba Shehu.
Hari Konsumen Nasional Diperingati 20 April, Ini Sejarah hingga Tujuannya
20 April 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini
Liam Delap: Chelsea Tak Pantas Kalah dari Manchester United
Buhari pun melabeli lawan politinya yang memulai membua kabar miring soalnya dirinya yang meninggal sebagai bodoh, tak berpendidikan dan memiliki moral.
Buhari, yang kembali ikut pertarungan pada pemilihan Februari mendatang, menghabiskan lima tahun di London pada 2017 untuk menjani perawatan penyakit serius, yang belum pernah diungkapkan kepada publik.
Kurangnya informasi spesifik tentang penyakit itu, ditambah lagi semakin kurusnya tubuh Buhari dan jarang tampil di acara publik ternyata dimanafaatkan lawan politiknya yang mendengungkan bahwa dirinya sudah meninggal.
Semua kebohngan itu baru terkuak sebulan setelah Buhari kembali dari perjalanan medis panjang ke London. Pembuat kabar hoaks itu dikenal sebagai pengkritik presiden dan pemerintahnya.
Keyword : Presiden NigeriaMuhammadu Buhari