Jum'at, 30/11/2018 12:15 WIB
Jakarta - Presiden Ukraina Petro Poroshenko meminta negara-negara NATO untuk mengirim kapal-kapal laut ke Laut Azov untuk membantu negaranya dan memberikan keamanan di tengah ketegangan dengan Rusia.
Juru bicara NATO Oana Lungescu menanggapi permintaan Poroshenko dengan mengatakan aliansi militer sudaglh sering beroperasi di wilayah Laut Hitam. Dia mengatakan kapal NATO secara rutin berpatroli di daerah itu dan beberapa sekutu NATO melakukan pengintaian penerbangan di wilayah tersebut.
"Kami akan terus menilai keberadaan kami di kawasan ini," tambah Lungescu.
Berbeda dengan Lungescu, Kanselir Jerman Angela Merkel malah menolak permintaan Poroshenko. Ia bahkan mendesak Kyiv untuk mengadopsi pendekatan masuk akal karena tidak ada solusi militer untuk sengketa ini.
Sosialisasi Keuangan Haji, HNW Apresiasi Penurunan Biaya Haji
Haaland Ingin Timnya Tetap Fokus Usai Menang Lawan Arsenal
Anak Tiri Bunuh Ibunya di Tengerang, Diduga Terpengaruh Narkoba
Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan dirinya bisa memainkan peran mediator antara Ukraina dan Rusia.
Erdogan telah mengadakan pembicaraan telepon dengan para pemimpin di kedua sisi, dan mengatakan dia akan terus membahas masalah dengan Putin dan Trump di KTT G-20.
Keyword : Ukraina Rusia Sengketa Kapal