Perundingan Damai Yaman Bisa Terlaksana di Swedia

Kamis, 29/11/2018 12:45 WIB

Jakarta - Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengatakan, pihaknya berharap pihak-pihak yang berseteru dengan Yaman akan datang ke meja perundingan.

Kepala PBB mengatakan dia siap untuk bertemu putra mahkota kuat Arab Saudi untuk membahas perang yang sedang berlangsung di Yaman, karena kemungkinan perundingan perdamaian bergerak selangkah lebih maju.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan akan melakukan perjalanan ke Argentina untuk KTT G20, di mana dia akan bertemu dengan Putra Mahkota Muhammad bin Salman untuk membahas keterlibatan negara itu dalam konflik Yaman.

"Saya siap membicarakannya dengan putra mahkota atau dengan pejabat Saudi karena saya percaya itu adalah tujuan yang sangat penting pada saat ini," kata Guterres dikutip Alaraby.

Guterres mengatakan ada peluang bahwa pembicaraan damai antara pihak-pihak yang bertikai Yaman bisa diadakan di Swedia pada awal Desember mendatang.

"Saya percaya ada peluang untuk dapat memulai negosiasi yang efektif di Swedia pada awal Desember, tetapi kami belum ada di sana," tuturnya.

"Kami berada pada momen yang sangat penting dalam hubungan dengan Yaman," tambahnya.

Putra mahkota Arab Saudi tiba di Argentina pada Rabu, menjelang KTT G20 pekan ini. Kunjungannya datang di tengah awan kontroversi, sebagai penyelidikan oleh Argentina ke dalam dugaan keterlibatan Pangeran Muhammad dalam pembunuhan Jamal Khashoggi dan perang di Yaman.

Sementara itu, Senat AS bergerak selangkah lebih dekat untuk mengakhiri dukungan Washington untuk perang koalisi pimpinan-Saudi di Yaman.

Perang Yaman telah menelan korban setidaknya 10.000 jiwa dan menempatkan jutaan orang di ambang kelaparan.

TERKINI
Kerusakan Saraf di Punggung, Britney Spears Harus Terapi Akupunktur Setiap Hari Kolabs di Lagu `Florida!!!`, Florence Welch Puji Taylor Swift Membumi di Tengah Ketenarannya Begini Reaksi Charlie Puth Disebut Taylor Swift di Album The Tortured Poets Department Megan Fox dan Machine Gun Kelly Kembali Mesra setelah Putus Tunangan