Rabu, 28/11/2018 21:15 WIB
Argentina - Human Rights Watch memintan Pemerintah Argentina menyelidiki Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammed bin Salman atas dugaan keterlibatan dalam pembunuhan wartawan, Jamal Khashoggi dan kejahatan di Yaman.
Lembaga yang bermarkas di New York itu mengatakan, pihaknya mengajukan permintaan tersebut kepada hakim federal Argentina, Ariel Lijo, pada Selasa (27/11).
Direktur HRW di Timur Tengah dan Afrika Utara, Sarah Leah Whitson mengatakan kelompok hak asasi internasional mempercayakan kasus tersebut ke Argentina karena Pangeran Mohammed, juga menghadiri pembukaan KTT G20 minggu ini di Buenos Aires.
Konstitusi Argentina mengakui yurisdiksi universal untuk kejahatan perang dan penyiksaan, yang berarti otoritas peradilan dapat menyelidiki dan mengadili kejahatan-kejahatan tersebut di mana pun mereka melakukan.
Saudi Berlakukan Aturan Baru Masuk Makkah jelang Musim Haji
DPR Pastikan Penyelenggaraan Haji 2026 Berjalan Aman dan Nyaman
Kompleks Industri Petrokimia Saudi Dihantam Serangan Udara Iran
"Kami menyerahkan informasi ini kepada jaksa Argentina dengan harapan bisa menyelidiki keterlibatan dan tanggung jawab Putra Mahkota Saudi atas kemungkinan kejahatan perang di Yaman, serta penyiksaan terhadap warga sipil, termasuk Jamal Khashoggi," kata Whitson.
"Ada dasar yang sangat kuat bagi Argentina untuk secara teliti memeriksa catatan dan fakta yang sangat luas. Penduduk di seluruh dunia sangat ingin melihat pertanggungjawaban nyata bagi orang yang lolos dari kejahatan yang mengerikan," katanya kepada Al Jazeera.
Lebih lanjut Al Jazeera menyebutkana, baik kantor Lijo maupun kantor penuntut umum Argentina menanggapi permintaan untuk komentar.
Media Argentina mengutip sumber yudisial mengatakan sangat tidak mungkin pihak berwenang akan mengambil kasus terhadap putra mahkota, penguasa de facto Arab Saudi.
Keyword : Jamal Khashoggi Arab SaudiKKT G20Argentina