Jum'at, 16/11/2018 10:31 WIB
Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri mengatakan saat ini pemerintah telah menyiapkan program untuk meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) guna menghadapi revolusi industri keempat.
"Untuk menjawab revolusi industri keempat pemerintah memiliki tiga langkah strategis terkait pengembanganan SDM. Pertama, meningkatkan link and match antara supply and demand SDM. Kedua, masifikasi pelatihan kerja dan sertifikasi profesi. Ketiga, pemagangan berbasis jabatan," ujar Hanif saat menghadiri Diskusi Tempo Economic Briefing bertajuk "Meningkatkan Daya Saing Indonesia Dengan Revolusi Industri 4.0" di Jakarta, Kamis (15/11).
Agar program tersebut bisa berjalan, Hanif meminta seluruh stakeholder terkait ikut mendukung sehingga bangsa ini bisa bertahan dalam menghadapi revolusi industri keempat.
"Pemerintah tidak bisa sendiri. Pemerintah harus bersama-sama dengan dunia usaha, teman-teman serikat pekerja, dan elemen masyarakat sipil lainnya," ujarnya.
Kemenhaj Usul BPIH 2027 Naik Jadi Rp107,34 Juta Per Orang
BMKG Pastikan Gempa M 5,5 Guncang Selat Sunda Tak Berpotensi Tsunami
Lima Keutamaan Sholat Safar bagi Musafir
Senada dengan Hanif, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi SDM. "Bukan bagaimana membeli teknologi tapi mendidik manusianya. Teknologi bisa dibeli, SDM tidak bisa dibeli. Inti perubahan adalah SDM. Makanya pemerintah akan fokus membangun kualitas SDM sambil membangun industrinya," ungkap JK.
Sementara itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, mengatakan revolusi industri keempat merupakan peluang bagi Indonesia untuk melangkah ke depan.
"Revolusi Industri 4.0 merupakan intrumen bagi Indonesia untuk meloncat lebih tinggi. Tentunya tanpa melupakan revolusi industri 1, 2, dan 3. Semua harus berjalan secara paralel," kata Hartarto.
Keyword : Menaker HanifRevolusi Industri