Pengurangan Minyak Saudi Jadi 1 Juta Barrel

Senin, 12/11/2018 20:40 WIB

Riyadh – Menteri Energi Arab Saudi Khalid Al Falih menyerukan pengurangan produksi minyak mentah global sebesar satu juta barrel per hari (bpd).

Pengumuman ini menyusul rencana Riyadh sebelumnya untuk memangkas produksi hingga 500.000 barel per hari pada Desember mendatang.

“Analisis teknis yang kami tinjau kemarin menunjukkan bahwa kami perlu mengurangi satu juta bpd untuk menyeimbangkan pasar,” kata Falih dalam konferensi energi di Abu Dhabi.

Dilansir dari AFP, Falih mengatakan pengurangan yang diusulkan pihaknya mengambil patokan pada produksi Saudi selama Oktober.

Rusia, yang merupakan produsen utama minyak mentah dunia, memilih respon terukur dengan menunggu perkembangan pasar minyak dunia.

“Saya tidak ingin fokus hanya pada pemotongan produksi. Memotong atau tidak bukan tujuan akhir,” jelas Menteri Energi Rusia Alexander Novak.

“Saya pikir kami harus menunggu dan melihat bagaimana pasar berlangsung, karena tujuan utama kami ialah stabilitas pasar,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, harga minyak dunia merosot sebesar seperlima dari nilainya selama sebulan terakhir, karena kelebihan pasokan, sebagai akibat sanksi ekspor minyak Iran oleh Amerika Serikat (AS).

Namun harga minyak menunjukkan kenaikan pada Senin (12/11) setelah Riyadh mengumumkan rencana untuk memangkas produksi pada Desember mendatang.

TERKINI
Studi: Urine Manusia Berpotensi Jadi Pupuk Hemat Energi, Ini Cara Kerjanya Lestari Moerdijat: Dukung Peningkatan Peran Perempuan dalam Pembangunan Wisuda ITS, Mentrans Kenang Pengabdian Abdul Rohid Pemerintah Diminta Prioritaskan Keamanan WNI di Lebanon