Minggu, 11/11/2018 18:50 WIB
Yaman - Pemerintah Yaman menyebut kelompok pemberontak Houthi menggunakan warga sipil sebagai tameng di wilayah sebelah barat kota Al-Hudaydah.
"Houthi dikerahkan di atap rumah warga dan menggunakan rumah sakit, sekolah dan tempat ibadah sebagai basis untuk kegiatan militer," kata Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh kantor berita Saba.
Kementerian mengecam praktik kelompok yang didukung Iran. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai kejahatan dan pelanggaran hukum kemanusiaan internasional dan hukum internasional.
Kementerian itu juga mengatakan telah mencatat semua pelanggaran pemberontak, termasuk memaksa anak-anak untuk bertempur di garis depan.
Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara Terkait Pemerasan Sertifikasi K3
Presiden Lebanon Siap Tempuh Cara Mustahil Setop Perang
Pemerintah Ajak Anak Muda Jadi Pelopor Pembangunan Kawasan Transmigrasi
Hingga kini Houthi belum berkomentar atas tuduhan itu.
Yaman telah dilanda kekerasan sejak 2014, ketika pemberontak Syiah Houthi menguasai sebagian besar negara tersebut, termasuk ibu kota, Sanaa.
Konflik meningkat pada tahun 2015 ketika Arab Saudi dan sekutu Arabnya meluncurkan kampanye udaranya di Yaman untuk memukul mundur pengaruh Houthi. (AA)
Keyword : Kelompok PemberontakYamanHouthi Iran