Sabtu, 03/11/2018 17:02 WIB
Madrid – Jaksa Spanyol menjatuhkan tuntutan 25 tahun penjara kepada para pemimpin Catalan, atas tuduhan pemberontakan atau penyalahgunaan dana publik, atas tawaran memorandum yang gagal tahun lalu.
Dalam sebuah pernyataan jelang persidangan di Mahkamah Agung, jaksa penuntut mengatakan pihaknya sedang mengupayakan hukuman penjara bagi 12 pemimpin Catalan, mulai dari 7-25 tahun lamanya.
Akan tetapi dalam sebuah persetujuan dari pemerintah sosialis Spanyol, kantor jaksa agung hanya akan menuntut Oriol Junqueras, mantan Wakil Presiden Catalan, 12 tahun penjara atas kasus penyalahgunaan dana publik, dari pada pemberontakan yang terkesan lebih serius.
Dilansir dari AFP, proses peradilan keperkirakan dimulai pada awal 2019, yang menandai lebih dari satu setelah pemimpin Catala berusaha melepaskan diri dari Spanyol ppada Oktober 2017.
Nottingham Forest Ajukan Tawaran Resmi untuk Gelandang Arsenal
Ruben Amorim Selangkah Lagi Jadi Pelatih Baru AC Milan
Pochettino Diyakini Takkan Perpanjang Kontrak dengan Timnas AS
Diketahui, beberapa pemimpin Catalan melarikan diri ke luar negeri pasca memorandum gagal, di antaranya mantan Presiden Carles Puigdemont. Sementara yang lain, seperti Junqueras tetap di tinggal dan ditahan selama persidangan.
“Mereka dapat mengunci kami di sini selama bertahun-tahun, tapi tidak akan melemahkan keinginan untuk memperoleh kebebasan,” kata Junqueras dalam sebuah surat pada Kamis lalu.
Selain Junqueras, jaksa juga menuntut pemimpin sipil Catalan lainnya yang dinilai berpengaruh, yakni Jordi Sanchez, Jordi Cuixart, dan Carme Forcadell, dengan tuntutan 17 tahun penjara.
Keyword : Memorandum CatalanSpanyol