Trump Minta Media Hentikan Provokasi

Kamis, 25/10/2018 11:31 WIB

Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta media menghentikan pemberitaan dan komentar bernada provokasi, dalam kaitannya dengan teror bom pipa yang dikirim ke kediaman Barack Obama, Hillary Clinton, dan kantor CNN.

Berbicara di depan pendukungnya di Mosinee, Wisconsin, Presiden AS mengatakan tokoh publik memiliki kewajiban untuk meredam retorika mereka.

Pernyataan ini merespon tudingan oposisi yang menyatakan bahwa Trump membenarkan kekerasan, serta memicu keretakan persatuan nasional.

“Tidak ada yang harus sembarangan membandingkan lawan politik dengan penjahat sejarah, yang sudah selesai, sudah selesai sepanjang waktu,” kata Trump dilansir dari AFP pada Kamis (25/10).

“Kita seharusnya tidak memobilisasi orang di ruang publik untuk menghancurkan properti publik. Ada satu cara untuk menyelesaikan ketidaksetujuan ini, yakni damai di kotak suara,”imbuhnya.

"Media juga memiliki tanggung jawab untuk mengatur nada sipil dan menghentikan permusuhan tanpa akhir dan terus-menerus melakukan serangan dan cerita yang negatif dan sering kali salah," tambah politisi Partai Republik tersebut.

TERKINI
Kombinasi Cat Ruang Tamu yang Elegan dan Memanjakan Mata Ini Cara Bergaul agar Dikenang dan Dirindukan dalam Islam Jangan Jadi Orang yang Tak Peduli, Ini Pesan Rasulullah Beragam Amalan Sunnah di Bulan Rabiul Awwal