Sabtu, 13/10/2018 10:10 WIB
Tehran - Duta Besar Iran untuk London, Hamid Baeedinejad mengatakan, sudah terlalu lama Arab Saudi berlindung dari pengembangbiakan terorisme dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).
"Untuk waktu yang sangat lama, Arab Saudi telah terlindung dari kritik terhadap pembiakan terorisme dan pelanggaran HAM yang mengerikan," tulis Baeedinejad lewat akun Twitternya.
"Sekarang, tampak bahwa bahkan pengkritik Saudi dibunuh di siang hari bolong, dan di luar negeri. Apakah Barat akhirnya siap untuk menyingkirkan standar ganda?," tanyanya.
Jamal Khashoggi, seorang wartawan Saudi dan kritikus pemerintah Saudi terakhir kali terlihat sejak memasuki konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.
Sumber-sumber Turki mengatakan kepada media bahwa mereka percaya Khashoggi, dibunuh secara berencana di gedung konsulat tersebut.
Sebuah sumber yang akrab dengan penyelidikan yang sedang berlangsung mengatakan kepada CNN, pemerintah Turki memiliki bukti audio dan visual yang menunjukkan bahwa jurnalis Khashoggi terbunuh di dalam konsulat.
Sumber yang memberi penjelesan kepada agen intelijen Barat, mengatakan bukti menunjukkan ada serangan dan perjuangan di dalam konsulat. Ada juga bukti saat itu bahwa Khashoggi terbunuh. (Tehran Time)
Mensos Ajak Pengurus Pondok Pesantren Sukseskan Program Prioritas Presiden
Mojtaba Khamenei Umumkan Langkah Baru Lawan Agresi AS-Israel
Iran Ancam Buka Medan Pertempuran Baru Jika AS-Israel Lanjutkan Agresi
Keyword : Arab Saudi Turki Jamal Khashoggi Iran terorisme