Kamis, 11/10/2018 21:45 WIB
Ankara – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mencium ada hal yang tidak beres di konsulat Arab Saudi di Istanbul, menyusul hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi sejak pekan lalu.
Dalam pernyataannya kepada media lokal, Erdogan menantang Saudi untuk membeberkan rekaman kamera CCTV yang terdapat di konsulat, untuk menggugurkan ada keterlibatan Saudi dalam hilangnya wartawan Washington Post tersebut.
“Apakah tidak ada sistem kamera di konsulat, di sebuah kedutaan? Apakah mungkin tidak ada sistem kamera di mana insiden ini terjadi?” kata Erdogan dilansir dari AFP pada Kamis (11/10).
“Bahkan seekor burung, lalat, dan nyamuk terbang, sistem pasti bisa terdeteksi. Mereka (Saudi, red) punya sistem paling canggih,” jelasnya lagi.
Naik dari Tahun Lalu, Jumlah Jemaah Haji 2026 Sentuh Angka 1,7 Juta Orang
Kemenhaj Siagakan Mobile Crisis Rescue di Mina Respons Situasi Darurat
Cuaca Ekstrem, Saudi Ingatkan Jemaah Jaga Kesehatan Kaki Selama Haji
Sementara Konsulat Saudi sebelumnya sudah menegaskan, CCTV pada hari di mana Khashoggi menghilang setelah beberapa saat memasuki konsulat, tidak berfungsi. Konsulat Saudi juga membantah tentang adanya pembunuhan berencana.
Pada hari yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menyatakan kekecewaan atas kasus tersebut. Trump berjanji akan mengusut kasus hilangnya Khashoggi, sebagai bentuk pembelaan atas kebebasan pers.
“Kami menuntut segalanya. Kami tidak bisa membiarkan ini terjadi, baik kepada wartawan atau siapapun,” kata Trump pada Rabu (Kamis waktu setempat).
“Kami sangat kecewa melihat yang terjadi. Kami tidak menyukainya dan akan (diusut) sampai ke akarnya,” lanjut politisi Partai Republik tersebut.
Keyword : Turki Khashoggi Arab Saudi