Sanksi AS Tak Bikin Perdagangan India-Iran Kendor

Senin, 08/10/2018 18:23 WIB

New Dehhi - Pemerintah India meminta keringanan sanksi Amerika Serikat (AS) pada impor minyak dari Iran untuk memastikan, negara itu dapat mempertahankan perdagangan dengan Tehran.

"India termasuk di antara lima mitra dagang utama Iran dan tidak akan mudah menyerah pada sanksi AS," kata wakil presiden Kamar Dagang India-Iran, Parham Rezaei kepada Iran Daily.

"India sedang mencari cara untuk menghindari sanksi minyak dan perbankan AS terhadap Iran," tambahnya.

Pemerintah India sudah mengajukan beberapa perjanjian dengan AS untuk mendapatkan keringanan, tanpa membeberkan rincian perjanjian tersebut.

"Karan itulah India akan terus membeli minyak dari Iran, bahkan setelah putaran kedua sanksi (AS) terhadap Iran," terang Rezaei.

Pekan lalu, Reuters melaporkan, India akan membeli sembilan juta barel minyak Iran pada November, mengindikasikan importir minyak terbesar ketiga dunia akan terus mengimpor minyak Iran meskipun sanksi AS mulai berlaku pada 4 November.

Gedung Putih berencana memberlakukan sanksi baru yang menargetkan sektor minyak Iran pada 4 November setelah Washington secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran 2015.

Rezaei mengatakan ekspor Iran ke India mencapai USD13 miliar per tahun. Sebanyak USD11 miliar dianggarkan untuk minyak, sementara ekspor non-minyak mencapai USD2 miliar.

Begitu pun, ekspor non-minyak Iran ke India tahun lalu mencapai USD1,78 miliar sementara Iran mengimpor barang senilai USD1,54 miliar pada periode yang sama.

Lebih lanjut Rezaei mengatakan, sebanyak 2,28 juta ton barang senilai USD611 juta diekspor ke India selama periode tersebut, sementara impor India ke Iran mencapai 381 juta ton senilai USD538 juta.

Rezaei mengatakan Iran dan India adalah mitra perdagangan yang baik. Banyak perusahaan India melanjutkan kegiatan mereka dengan Teheran. Bahkan delegasi bisnis India dikirim ke Iran meskipun AS memperketat sanksi terhadap Negeri Para Mullah.

Ekspor non-minyak utama Iran ke India termasuk baja, amonia, kondensat gas, petrokimia dan parafin. Ekspor utama India ke Iran termasuk produk pertanian seperti beras, biji minyak, kapas, teh serta tekstil, benang, dan mesin industri. (Iran Daily)

TERKINI
Mengintip Peringkat Rupiah di ASEAN usai Dolar Tembus Rp18.000 Arahan Prabowo, Wamenhaj Salurkan Daging Dam Jemaah RI ke Palestina Kementrans Dorong Peningkatan Kualitas SDM Kawasan Transmigrasi di NTT Dolar Tembus Rp18.000, Kaum Menengah ke Bawah Siap-Siap Hadapi Ini!