PDIP Soal Politik Dua Kaki Demokrat
Kamis, 13/09/2018 17:34 WIB
Jakarta - PDI Perjuangan (PDIP) lebih solid ketimbang Partai Demokrat dalam menentukan sikap politik untuk mendukung pasangan capres-cawapres pada kontestasi Pilpres 2019 mendatang.
Politikus
PDIP, Maruarar Sirait mengatakan, seluruh pengurus
PDIP dari pusat hingga daerah secara otomatis menjalankan apa yang sudah diputuskan di internal partai. Tentu hal itu berbeda dengan
Demokrat.
"Menurut saya
Demokrat tentu punya kekhasan sendiri yang kita harus hormati, itu tak mungkin terjadi di partai kami, kami tak diajarkan seperti itu," kata Maruarar, dalam diskusi bertajuk "Isu Dua Kaki
Demokrat Ganggu Parpol Koalisi?", di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (13/9).
Hal itu menanggapi sikap sejumlah pengurus Partai
Demokrat yang tidak sejalan dengan pengurus pusat soal dukungan pasangan capres-cawapres di
Pilpres 2019. Meski DPP
Demokrat mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, ada sejumlah pengurus daerah mendukung pasangan Jokowi-Ma`ruf Amin.
"Kita boleh berbeda tetapi setelah diputuskan selesai, siapa calon gubernur Jawa Timur, ada dinamika, siapa Calon Gubernur Jawa Barat tetapi setelah diputuskan selesai," terangnya.
Pun demikian ketika mengambil keputusan cawapres yang akan mendampingi Jokowi di
Pilpres 2019, kata Ara panggilan akrab Maruarar, seluruh kader partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu mendukung apa yang telah diputuskan.
"Saya pribadi secara terbuka mendukung bapak Mahfud MD untuk menjadi Cawapresnya bapak Jokowi, tetapi setelah partai saya memutuskan saya akan loyal dan saya bekerja untuk Pak Jokowi dan Pak Kyai Haji Ma`ruf Amin," kata Ara.
"Dalam proses kita boleh berbeda, Ibu Mega sangat demokratis untuk bisa memberikan ruang-ruang itu, tetapi begitu sudah diputuskan kita akan menjalankan itu," tegasnya.
TERKINI
ASDP Salurkan Bansos dan Gelar Pelatihan Kewirausahaan Masyarakat Bajoe
Perkuat Pembangunan Papua, Transmigrasi Patriot Dirancang Beri Dampak Nyata
Legislator Dorong Santunan Layak bagi Keluarga Guru Korban Tabrakan Kereta
Desakan Mundur Dirut KAI Usai Insiden Bekasi Terlalu Prematur