Rabu, 12/09/2018 10:10 WIB
Seoul – Presiden Korea Selatan Moon Jae In memuji `keputusan berani` Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, karena Gedung Putih berencana menggelar pertemuan lanjutan dengan Pyongyang.
“Denuklirisasi lengkap Semenanjung Korea adalah masalah yang harus diselesaikan secara mendasar antara AS dan Korea Utara melalui negosiasi,” kata Moon usai pertemuan kabinet pada Selasa (11/9) kemarin dilansir dari AFP.
“Tetapi sampai pembicaraan dan komunikasi antara Korut dan AS menjadi lebih aktif, kami akan menengahi. Presiden Trump dan Ketua Kim meminta saya mengambil peran ini,” lanjutnya.
Gedung Putih menyebut akan mengkoordinasikan pertemuan selanjutnya dengan Korut, pasca Kim mengirim surat yang mengusulkan pertemuan kedua kepada Trump.
Iran Kecam Serangan Amerika Serikat di Bandar Abbas
Sembilan Orang Hilang Akibat Ledakan di Pabrik Kertas AS
Profil Stadion Unik Mercedes-Benz, Arena Pertandingan Piala Dunia 2026
Moon, yang menjadi perantara pertemuan bersejarah AS-Korut di Singapura pada awal Juni lalu, akan terbang ke Pyongyang minggu depan untuk menggelar pertemuan ketiganya dengan Kim.
“Visi besar dan keputusan berani antara pemimpin Korut dan AS diperlukan untuk maju ke tingkat yang lebih tinggi, dalam membuang senjata nuklir Pyongyang,” ujar Moon.
Sebelumnya, Trump dan Kim samar-sama meneken kesepakatan denuklirisasi, yang disebut sebagai terobosan yang akan mengakhiri program nuklir Korut.
Namun upaya realisasi sempat tertunda, ketika Trump melarang Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo terbang ke Korut, dengan alasan `gangguan` dari China.
Keyword : Amerika Serikat Korea Utara Korsel